Saturday, 20 July 2013

Senja sore


M
atahari senja mulai terbenam, memunculkan gradasi warna merah dan jingga pada permukaan langit. Pantulan warna yang begitu rumit terkadang tak akan selalu bias dorekonstruksi oleh para pelukis pada kanvasnya. Masing-masing senja selalu memancarkan gradasi warna nya setiap hari. Billi duduk termenung menikmati di tepian sungai hilir, terkadang banyak laying-layang diterbangkan. Beraneka warna pada laying-layang. Melengkapi gradasi warna pada langit senja. Tidak  pernah dia sekalipun melewati saat senja tiba karna saat itu lah dia kehilangan sosok wanita yang begitu berharga seperti berlian yang sangat dijaga oleh sang pemiliknya agar tidak sekalipun jatuh dan pecah. Begitulah sosok wanita itu. Ya billi kehilangan sosok wanita yang dicintainya itu saat senja tiba. “airin” namanya, wanita yang billi cintai. Billi dan airin adalah teman semasa kecil, mereka besar dipanti asuhan bersama-sama. Saat mereka tumbuh sebagai remaja ada benih-benih cinta yang tumbuh dalam benak mereka. Tapi sayang pada saat itu airin harus meninggalkan billi karna airin harus pergi ke paris mengikuti orang tua amgkatnya yang mengadopsinya. Hancur, tak ada semangat itulah yang dirasakan billi saat itu.
Lima tahun billi bisa melewati itu semua. Yaa… mungkin billi sudah melupakan sosok airin yang telah pergi jauh darinya. Awan hitam penabur hujan datang tak diundang pada siang itu. Billi Nampak terburu-terburu lari sekencang mungkin berlari keruang kelas bagaikan pelari yang sedang diarena perlombaan berlari sekencang mungkin untuk mendapatkan kemenangan. Brraakkk!!! Billi terjatuh dan tertimpa buku, ya sesuatu yang tergesagesa pasti tidak akan baik. Dai berlari tanpa melihat distu ada seseorang yang sedang membawa buku begitu banyak. “ eh kalo jalan liat-lita dong” suara yang merdu itu seperti suara airin. “airin?” billi pun dengan seketika memeluk wanita itu . “ apaan sih ni?!! Nama gue bukan airin tapi andini!” jawab siwanita bersuara mirip airin itu. Sosok andini dimata billi mengingatkan nya pada sosok airin. Cantik, berkulit kuning, bermata sipit, dan yang paling tidak bisa dilupakan adalah suaranya. “oh sorry sorry deh, nama gue billi fakultas hukum dikampus ini. Lo mahasiswa baru ya?gak pernah liat” billi dengan malu-malu memperkenalkan dirinya. Ya maklum saja billi sudah 5 tahun takut untuk berbicara pada wanita seumurannya. “iya nih aku fakultas ilmu budaya baru sebulan ini pindahan dari Jakarta” penjelasa andini. Dengan ragu-ragu pun billi menwarkan bantuan untukmembawakan buku-buku andini ke ruang perpustakaan. “akirnya selese juga, thanks ya bill udah bantuin. Sebagai gantinya gue traktir lo makan” tawaran andini ya hanya untuk sebagai rasa terimakasih pada billi. “serius??oke deh .. sekarang?”  “taun depan! Ya sekaranglah”andini mengiyakan.
“mbak pesan siomay tapi kecapnya yang banyak ya sama jus jeruk yang manis” andini memesan terlebih dahulu. “mau pesan apa bill?” Tanya andini tapi ternyata pertanyaan itu tak didengerkan billi. Billi termenung saat andini mendengar pesanan andini, sungguh benar-benar mirip seperti airin sampai-sampai kesukaan makaan nya sama!
Stelah beberapa bulan mengenal andini lebih dalam billi oun mulai menaruh rasa pada andini. Billi pun memberanikan diri mengajak pergi andini ke tempat favorit billi. “hallo?din ni gue billi..eemm” dengan memantapkan hati dia menelepon andini. “oh kenapa bil?” “ besok sore jalan yuk, gue jemput jam bereapa?” “jam 5sore aja ya bill?emang mau kemana?” “udah tunggu besok aja”
Billi dengan tekat yang kuat dan memantapkan hati mengajak andini ke tepian sungai hilir tempat favorit nya ditepi senja. “din gue sayang sama lo” ucap billi dengan nada cepat dan mata tertutup “ terus emang kenapa bill” jwab andini pura-pura tak mengerti. “ gue sayang banget sama lo. Gue suka sama lo sejak pandang pertama waktu didepan perpus waktu pertama kali kita makan siomay gue udah sayang sama lo din! Gue mau lo jadi pacar gue?” billi mengucapkan kalimat itu tanpa ada tanda baca EYD yang baik dan benar. “emm..emm.. iloveyou bil” jawab andini dengan wajah kemerahan seperti senja saat itu. Dan pada senja pula billi mendapat pengganti airin yang telah meninggalkannya dikala senja….. to be continue ~

No comments: