Nama ku sandy , aku anak ketiga dari tiga bersaudara. Kedua kakak kembarku seorang wanita. Ya aku satu-satunya anak laki-laki di keluargaku.
“ sandy , nanti kamu yang jemput mama ya “ perintah kakakku
“emang kakak kemana?” kataku sambil memperhatikannya berdandan.
“ada deh mau tau aja “ ejek kakak
Entah mengapa aku penasaran dengan make-up yang kakakku pakai. Dengan ragu-ragu aku menyentuhnya. Krrriiiingg…kriinggggg……. Telfon rumah tiba-tiba bordering mengagetkanku.
“ya hallo? Ini dengan siapa? “ tanyaku
“ ini mama san. Jemput mama ya dirumah tante Indira”
………………..
Rasa penasaran mendatangi hatiku. Ingin aku gunakan apa yang kakakku gunakan. Kuputuskan untuk pergi ke mol. Pertama aku melangkah ku datangi untuk membeli peralatan make up. Lalu kakiku melangkah ke butik pakaian wanita.
“ oh…. Gaun yang indah dengan warna hijau beraksen bunga-bunga dan bermodel ala korea “ gumamku di depan butik
“silahkan mau beli apa?” sambut spg butik itu
“ saya mau beli gaun yang ada di patung itu “
Puas hati ku membeli gaun itu dan aku pun melanjutkan untuk membeli sepatu.
“ nah ini dia sepatu yang amat cantik dan membuat anggun para pemakainya” kataku dalam hati dan memutuskan untuk membelinya.
Hatiku merasa bahagia puas tidak pernah aku merasakan perasaan ini. Aku tidak sabar ingin mncobanya . cepat-cepat aku pulang kerumah dan mencobanya. Saat ini rumah sedang kosong jadi aku bebas memakai semua ini.
Ku oleskan bedak dipipiku dan seluruh bagian wajahku. Lalu ku gunakan lipstick, blash-on dan yang lain. Didepan cermin aku melihat diriku begitu cantik.
Bunyi perutku pertanda lapar dan kuputuskan untuk pergi makan siang di restorant dengan menggunakan pakaian dan dandanan seperti wanita. Aku merasa lebih percaya diri dengan gaya seperti ini. Ku nikmati makan siang ku dengan hati senang ,puas, dn percaya diri.
“sandy!”
Teriakan itu aku kenal dan tidak asing di telingaku. Dengan rasa takut dan penasaran ku angkat kepalaku. Oh … tidak itu mama.
“mama?” jawabku dengan rasa takut
“kamu ini kenapa?? Ayo pulang!!” teriak mama padaku.
Aku disidang di ruang tamu seakan-akan aku criminal yang sedang ditangkap polisi.
“kenapa kamu memakai pakaian wanita?”
“kenapa aku ga boleh ma dandan seperti kakak? “ bantah ku
Kulihat mama menangis dan menangis sampi asmanya kambuh. Kedua kakak ku pulang. Kak Margaret dan margarita melongo melihat aku dengan mama sedang adu mulut.
“ada apa ini ? Tanya mereka
“lihat ini apa yang adek kalian pakai” mama menjawab sambil menangis
“ apa aku salah ingin seperti kalian??” teriak ku
“ kamu itu laki-laki sandy!!” kak margarita membentakku.
“ iya sandy kamu ini cowok ga sepantasnya kamu pakai apa yang kita pakai!!” bentak kak margareta
Aku baru tersadar dan merenungkan bahwa aku ini seorang laki-laki. Jelas aku tidak bias seperti mereka karena aku seorang laki-laki. Tapi kenapa jiwa ku seperti mereka??
No comments:
Post a Comment